Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

13 11 2008

cangkir-pacitanSekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir

masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang

telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan

tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali

dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari

porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya

gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada

para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan,

professor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir

yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas

biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini

hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang

menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas

kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa

kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian

inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian

secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai

memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati

kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah

cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir,

kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda

merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh

keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir

buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar,

murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?

Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin

menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini

harus lebih mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti

pekerjaan, uang dan posisi anda!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: