Sungai Grindulu

29 09 2008

Cerita ini berawal dari sebuah desa di sebelah timur sungai grindulu. Disana adalah tanah kelahiran saya. Tempat dimana saya tumbuh bersama teman-teman. Desa itu bernama Purworejo. Sebelah barat desa ini berbatasan dengan sungai grindulu ini. Lebarnya waw, kalau musim kemarau, karena air surut maka akan menyisakan lautan pasir yang biasa kita pakai main bola sore hari sambil menikmati matahari tenggelam. Juga tidak pernah ketinggalan kita mandi sampai puas sebelum pulang. benar- benar tempat terindah intuk mencurahkan semua kebahagiaan. Hampir seluruh waktu kami sehabis sekolah kami habiskan di sungai ini, dari mencari Yuyu, ikan, mandi, menaikan layang-layang sampai mencuci baju kami. Kalau malem bakar singkong di pinggir sungai sambil menyanyikan lagu lagu yang lagi trend saat itu. Rasanya kebahagiaan tertinggi kami adalah saat saat di pinggir sungai kumpul bareng. pernah suatu malem kita nyuri rambutan pak RT, karena sorenya waktu pulang dari mandi di sungai, kita minta secara baik-baik nggak di kasih. dan kami semua sepakat bahwa malamnya harus di serbu ramai-ramai. Benar saja, malemnya kita sikat bareng-bareng dan nggak tanggung-tanggung kita potong batang yang paling lebat buahnya terus kita seret ke tempat biasa, pinggir sungai. Kulit dan semua sisa-sisa barang bukti kita buang ke sungai dan hanyut tanpa meninggalkan jejak. Bisa di tebak, paginya pak RT bersungut-sungut pingin murka kepada kami tapi sayang gak punya barang bukti. Dia cuma berkoar-koar aja kalau ada yang menggarong buah rambutanya semalem. dan nggak tanggung-tanggung katanya bukan setangkai dua tangkai tapi langsung potong batang, yang paling lebat buahnya lagi. semua tetangga di ceritain, tapi semua cuma nyengir aja. karena ia sudah terkenal dengan sebutan Pak Pentil (pelit banget).

ini adalah cerita masa kecil yang selalu menganggap segalanya benar menurut diri sendiri. Kadang aku senyum ada juga rasa sesal kalau ingat hal itu. apalagi kalau ingat wajah Pak RT waktu lebaran yang kayaknya tidak ikhlas memaafkan kami yang telah menebang batang rambutanya. hal itu sudah jauh berlalu dan sekarang aku mulai tau tentang memaafkan dan berbuat baik. Aku juga udah banyak belajar dari kehidupan ini. Aku selalu berdo’a supaya Pak RT mendapat ganti rugi rambutanya berlipat ganda dari alam semesta ini.


Aksi

Information

One response

4 10 2008
sonoandthegank

wah.. bagus tu gambarnya.. nyuri rambutan.. seep dah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: