Kecil sego thiwul, Besar jago Gambar

19 10 2008

Setelah CNC bias aku jalankan, aku merasa apapun yang bisa orang lakukan akupun bisa melakukan juga. Tidak peduli serumit dan sesusah apapun itu. Sekarang pikiranku selalu ingin lebih. Mungkin apa yang pernah orang bijak katakan benar. Manusia tidak akan pernah bisa lebih besar dari impianya, kecuali orang yang selalu memimpikan hal-hal yang kecil. Dengan kata lain ketika orang sudah mencapai apa yang di impikan ia akan memimpikan sesuatu yang lebih besar. Mungkin pikiranku termasuk dalam kelompok tersebut, karena aku menginginkan satu hal lagi, jago gambar.

Pikiranku sama sekali gak tenang setelah mengenal ruang CAD/CAM. Ruangan dimana para jago gambar dan jago programmer bercengkrama dengan computer mereka masing masing. Sekilas ruanganya sangat exclusive dan special. Perlu ijin khusus untuk masuk dan orang orang di situ terkenal punya kecerdasan selangit. Dihormati siapa saja dan di gandrungi para cewe. Wuih kayanya asik buanget kalau aku jadi salah satu penghuni ruangan tersebut. Gak peduli siapapun mereka yang pasti aku sangat ingin belajar jadi jago gambar. Bahkan aku ingin lebih hebat dari mereka. Baca entri selengkapnya »





Menakhlukan CNC di Tangerang

8 10 2008

Sekarang udah hampir tahun 2009. Semua terjadi adanya. Begitu lulus, aku di ajak temanku Arif dari Ploso untuk melamar kerja di Suzuki Tambun Bekasi. Pamanya adalah kepala bagian di sana dan bisa mengusahakan kami masuk selama bisa lolos tes. Nilai nilai kami juga memenuhi syarat. Akhirnya kita bikin lamaran. Begitu lamaran di masukan, beberapa minggu kemudian terjadi demo di perusahaan sehingga penerimaan karyawan di undur sampai bulan September. Untuk mengisi waktu luang Arif inisiatif untuk kuliah PGSD. Sedangkan aku masih bengong dan bingung. Kebetulan pas ngobrol ama tetangga (Mas Tekat) ia pingin nyari orang buat bantuin ia kerja. Gak tau kenapa tiba tiba aku menawarkan diri. Dan apa yang tidak aku inginkan terjadi, Kerja bangunan.

Aku kerja bangunan sekitar 7 bulan bikin tempat praktek Dr. Suharto depan soto Ponadi. Karena kepanasan terus, apalagi kerjanya khusus nganyam konstruksi besi. Baca entri selengkapnya »





SMK Bina Karya Pacitan

7 10 2008

Di sebuah hari yang begitu membahagiakan saat itu, aku tertawa-tawa bersama temanku Agus Nurdiansyah dari Dadapan. Betapa tidak, kami berdua berhasil menyelinap keluar sekolah tanpa diketahui oleh siapapun. Walaupun harus menggotong sepeda jengki ku melompati pagar 1,5m, kecil. Seperti tuyul menemukan kepiting kami bersuka cita mengayuh sepeda ke dekat SMK PGRI 1 Pacitan main Play Station. Waktu itu saya merasa itulah kebahagiaan hidup. Maka hatiku berkata kalau sudah bias mencari uang nanti hal pertama yang akan aku beli adalah Play Station dan TV yang buesar.

Saya di sekolah belajar menjadi mekanik umum tentang operator mesin mesin industry, otomotif, kelistrikan, dan banyak lagi hal teknik yang lumayan memusingkan. Dari 3 tahun belajar di SMK Bina Karya mungkin Cuma 2 hal ini yang paling saya inget “mesin bubut dan mesin fris ada yang sangat canggih, semua program menggunakan computer, kita masukan sebatang besi keluar udah jadi apa yang kita mau dan gaji operator mesin CNC ini sangat besar”. Guru saya ada yang pernah ngomong seperti itu dan itu terngiang terus dalam telingaku “gaji sangat besar”. Baca entri selengkapnya »





Pacitan Inspirator

5 10 2008

“Segala hal tidak perlu menjadi berbeda untuk berbeda”

Seperti air, sama sama air, yang terkelola bisa menjadi kolam atau akuarium, yang tidak terkelola bisa menjadi banjir, bahkan tsunami. Sebuah pertanyaan untuk diri kita, apakah kita sudah bisa mengelola keinginan-keinginan kita. semua keinginan adalah baik, tapi kalau sudah lepas dari pengendalian kita itu adalah bencana. kita berhak mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik, rumah yang lebih baik, kendaraan yang lebih baik, keluarga yang semakin baik, juga cara kita mendapatkan rejeki dengan lebih baik. sekali lagi kita berhak untuk semua itu, kita juga dikaruniai pikiran untuk melakukan segalanya dengan lebih baik. Kita juga punya hati yang bisa membedakan cara benar dan cara yang salah. Apa gunanya kita memiliki kehidupan yang baik dengan cara cara yang salah, walaupun wah kelihatan dari luarnya, tapi saya yakin tidak ada kebahagiaan sama sekali di dalamnya. Anda bebas memilih sebenarnya tapi anda tidak dapat memilih konsekwensinya, maka silakan akan anda bawa kemana hidup anda.

Kalau saya walaupun saya besar di kota terpencil Pacitan, kalau kemarau kekeringan, makananya thiwul, dan tumbuh di keluarga yang serba pas pasan, tapi saya punya misi untuk hidup saya yaitu menjadi Pacitan Inspirator. Saya ingin membawa kebahagiaan dan keceriaan bagi semua orang, memiliki Virus semangat yang bisa menular dengan sangat cepat, saya berarti dan berkontribusi untuk semua orang dan saya Dahsyat adanya setiap hari. Baca entri selengkapnya »





Sungai Grindulu

29 09 2008

Cerita ini berawal dari sebuah desa di sebelah timur sungai grindulu. Disana adalah tanah kelahiran saya. Tempat dimana saya tumbuh bersama teman-teman. Desa itu bernama Purworejo. Sebelah barat desa ini berbatasan dengan sungai grindulu ini. Lebarnya waw, kalau musim kemarau, karena air surut maka akan menyisakan lautan pasir yang biasa kita pakai main bola sore hari sambil menikmati matahari tenggelam. Juga tidak pernah ketinggalan kita mandi sampai puas sebelum pulang. benar- benar tempat terindah intuk mencurahkan semua kebahagiaan. Hampir seluruh waktu kami sehabis sekolah kami habiskan di sungai ini, dari mencari Yuyu, ikan, mandi, menaikan layang-layang sampai mencuci baju kami. Kalau malem bakar singkong di pinggir sungai sambil menyanyikan lagu lagu yang lagi trend saat itu. Rasanya kebahagiaan tertinggi kami adalah saat saat di pinggir sungai kumpul bareng. pernah suatu malem kita nyuri rambutan pak RT, karena sorenya waktu pulang dari mandi di sungai, kita minta secara baik-baik nggak di kasih. dan kami semua sepakat bahwa malamnya harus di serbu ramai-ramai. Benar saja, malemnya kita sikat bareng-bareng dan nggak tanggung-tanggung kita potong batang yang paling lebat buahnya terus kita seret ke tempat biasa, pinggir sungai. Kulit dan semua sisa-sisa barang bukti kita buang ke sungai dan hanyut tanpa meninggalkan jejak. Bisa di tebak, paginya pak RT bersungut-sungut pingin murka kepada kami tapi sayang gak punya barang bukti. Dia cuma berkoar-koar aja kalau ada yang menggarong buah rambutanya semalem. dan nggak tanggung-tanggung katanya bukan setangkai dua tangkai tapi langsung potong batang, yang paling lebat buahnya lagi. semua tetangga di ceritain, tapi semua cuma nyengir aja. karena ia sudah terkenal dengan sebutan Pak Pentil (pelit banget).

ini adalah cerita masa kecil yang selalu menganggap segalanya benar menurut diri sendiri. Kadang aku senyum ada juga rasa sesal kalau ingat hal itu. apalagi kalau ingat wajah Pak RT waktu lebaran yang kayaknya tidak ikhlas memaafkan kami yang telah menebang batang rambutanya. hal itu sudah jauh berlalu dan sekarang aku mulai tau tentang memaafkan dan berbuat baik. Aku juga udah banyak belajar dari kehidupan ini. Aku selalu berdo’a supaya Pak RT mendapat ganti rugi rambutanya berlipat ganda dari alam semesta ini.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.